Postingan

Menampilkan postingan dari April 20, 2013

Mantram Mohon Ampun Dalam Segala Dosa

Doa mohon ampun dalam segala dosa : OM DEWAKRTASYAINASO AWAYA JANAM ASI MANUSYAKRTASI NAMA AWAYA JANAM ASIPITRA KITASI NAMO AWAYA JANAM ASYATMA KRTASYAENASO AWAYA JANAM ASYENA SA’ ENASE WAYA JANAM ASI YACCHAHAM ENO VIDVAMSCAKARA YACCHAVIDVAMS TASYA VA YA JANAM ASI (Ya Tuhan, ampunilah dosa hamba terhadapMu, ampunilah dosa hamba terhadap sesama manusia, terhadap orangtua hamba, terhadap teman hamba, Tuhan ampunilah dosa hamba terhadap segala macam dosa, terhadap dosa yang hamba lakukan dengan sadar atau tidak sadar. Tuhan, semoga berkenan mengampuni semuanya itu.) Doa memotong hewan : OM PASU PAS A YA WIMAHE SIRASCADAYA DHIMAHI TANO JIWAH PRACODAYAT (Semoga atas perkenan dan berkahMu para pemotong hewan dalam upacara kurban suci ini beserta orang-orang yang telah berdana punia untuk yadnya ini memperoleh kesejahteraan dan kebahagiaan. Tuhan, hamba memotong hewan ini, semoga rohnya menjadi suci.)

Mantram Sebelum - Sesudah Belajar

Gambar
Doa mohon inspirasi : OM PRANO DEWI SARASWATI W A JEBHIR W A JINIWATI DHINAM AWIÑYAWANTU (Ya Tuhan dalam manifestasi Dewi Saraswati, Hyang Maha Agung dan Maha Kuasa, semoga Engkau memancarkan kekuatan rohani, kecerdasan pikiran, dan lindungilah hamba selama-lamanya.) Doa mohon dianugrahi kecerdasan dan kesucian : OM P A WAK A NAH SARASWATI W A JEBHIR WAJINIWATI YAJÑAM WASTU DHIY A WASUH (Ya Tuhan sebagai manifestasi Dewi Saraswati. Yang MahaSuci, anugrahilah hamba kecerdasan. Dan terimalah persembahan hamba ini.) Doa mulai belajar : OM PURWE JATO BRAHMANO BRAHMACARI DHARMAM WAS A NAS TAPASODATISTAT TASMAJJATAM BRAHMANAM BRAHMA LYESTHAM DEWASCA SARWE AMRTTNA S A KAMA (Ya Tuhan, muridMu hadir di hadapanMu, Oh Brahman yang berselimutkan kesaktian dan berdiri sebagai pertama. Tuhan, anugrahkanlah pengetahuan dan pikiran yang terang. Brahman yang agung, setiap makhluk hanya dapat bersinar berkat cahayaMu yang senantiasa memancar.)

Doa Memulai - Sesudah Bekerja

Doa sebelum memulai suatu pekerjaan : OM AWIGHNAM ASTU NAMO SIDHHAM OM SIDHIRASTU TAD ASTU SW A HA (Ya Tuhan, semoga atas perkenanMu, tiada suatu halangan bagi hamba memulai pekerjaan ini dan semoga berhasil baik). Doa selesai bekerja/bersyukur : OM DEWA SUKSMA PARAMA ACINTY A YA NAMAH SW A HA SARWA KARYA PRASIDH A NTAM OM S A NTIH, S A NTIH, S A NTIH, OM (Ya Tuhan dalam wujud Parama Acintya yang maha gaib dan maha karya, hanya atas anugrahMu-lah maka pekerjaan ini berhasil dengan baik. Semoga damai, damai di hati, damai di dunia, damai selamanya).

Manta Sebelum Makan - Sesudah Makan

Doa menghadapi makanan : OM HIRANYAGARBHAH SAMAWARTATAGRE BH U TASYA J A TAH PATIREKA A SIT SAD A DHARA PRITIWIM DYAM UTEMAM KASMAI DEW A YA HAWISA WIDHEMA OM P U RNAM ADAH PURNAMIDAM P U RN A T PURNAM UDACYATE P U RNASYA PURNAM A D A YA P U RNAMEWAWASISYATE (Ya Tuhan Yang Maha Pengasih. Engkau asal alam semesta dan satu-satunya kekuatan awal. Engkau yang memelihara semua makhluk, seluruh bumi dan langit. Hamba memuja Engkau. Ya Tuhan Yang Maha Sempuma dan yang membuat alam sempurna. Alam ini akan lenyap dalam kesempurnaanMu. Engkau Maha Kekal. Hamba mendapat makanan yang cukup berkat anugrahMu. Hamba manghaturkan terima kasih.) Doa di atas baik untuk makan bersama, misalnya, pesta atau istirahat makan dalam suatu pertemuan. Jika sendirian bisa mengucapkan doa pendek ini yang diambil dari kitab suci Yajurveda: OM ANNAPATE ANNASYA NO DEHYANMIWASYA SUSMINAH PRA-PRA D A T A RAM T A RIS U RJAM NO DHEHI DWIPADE CATUSPADE (Ya Tuhan, Engkau penguasa makanan,

Doa Mencuci Muka - Mandi

Doa membersihkan/mencuci muka : OM CAM CAM A NI YA NAMAH SW A HA OM WAKTRA PARISUDAHAYA NAMAH SW A HA (Ya Tuhan, hamba memujaMu, semoga muka hamba menjadi bersih.) Doa menggosok gigi : OM RAHPHAT ASTR A YA NAMAH OM SRI DEWI BHATRIMSA YOGINI NAMAH (Ya Tuhan, sujud hamba kepada Dewi Sri, Bhatari Yogini, semoga bersihlah gigi hamba.) Doa berkumur : OM ANG WAKTRA PARISUDHAM A M SWAHA (Ya Tuhan, semoga bersihlah mulut hamba.) Doa membersihkan kaki : OM AM KHAM KHASOLKH A YA ISWAR A YA NAMAH SW A HA (Ya Tuhan, semoga bersihlah kaki hamba.) Doa mandi : OM GANGG A AMRTA SARIRA SUDHAM A M SW A HA OM SARIRA PARISUDHAM A M SW A HA (Ya Tuhan, Engkau adalah sumber kehidupan abadi nan suci, semoga badan hamba menjadi bersih dan suci.) Bisa pula dengan doa atau mantram ini: OM GANGGE CA YAMUNE CAIWA GODAWARI SARASWATI NARMADE SINDH U KAWERI JALE’SMIN SANNIDHIM KURU (Ya Tuhan, ijinkanlah hamba memanggil sungai suci Gangga, Yamuna, Godawari, Sarasw

Doa Menjelang Tidur dan Bangun Pagi

Doa menjelang tidur : OM ASATO M A SAT GANAYA TAMASO M A JAYATIR GANAYA MRITYOR M A MRITAM GAMAYA (Ya Tuhan tuntunlah hamba dari jalan yang sesat menuju jalan yang benar, dari jalan gelap ke jalan terang, hindarkanlah hamba dari kematian menuju kehidupan abadi.) Doa bangun pagi : OM UTED A NIM BHAGAWANTAH SY A MOTA PRAPITWA UTA MANDHYE AHNAM UTODIT A MAGHAWANTA S U RYASYA WAYAM DEW A N A M SUMANTAU SY A MA (Ya Tuhan Yang Maha Pemurah, jadikanlah hamba orang yang selalu bernasib baik pada hari ini, menjelang tengah hari, dan seterusnya. Semoga para Dewa melindungi diri hamba.)

Hari Purnama dan Tilem

Purnama dan Tilem adalah hari suci bagi umat Hindu, dirayakan untuk memohon berkah dan karunia dari Hyang Widhi. Hari Purnama, sesuai dengan namanya, jatuh setiap malam bulan penuh (Sukla Paksa). Sedangkan hari Tilem dirayakan setiap malam pada waktu bulan mati (Krsna Paksa). Kedua hari suci ini dirayakan setiap 30 atau 29 hari sekali. Pada hari Purnama dilakukan pemujaan terhadap Sang Hyang Chandra, sedangkan pada hari Tilem dilakukan pemujaan terhadap Sang Hyang Surya. Keduanya merupakan manifestasi dari Hyang Widhi yang berfungsi sebagai pelebur segala kekotoran (mala). Pada kedua hari ini hendaknya diadakan upacara persembahyangan dengan rangkaiannya berupa upakara yadnya. Beberapa sloka yang berkaitan dengan hari Purnama dan Tilem dapat ditemui dalam Sundarigama yang mana disebutkan: 'Muah ana we utama parersikan nira Sanghyang Rwa Bhineda, makadi, Sanghyang Surya Candra, atita tunggal we ika Purnama mwang Tilem. Yan Purnama Sanghyang Wulan ayoga, yan ring T

Pengertian Sadripu

Sad Ripu berasal dari kata sad yang berarti enam dan ripu yang berarti musuh. Jadi secara harfiah Sad Ripu berarti enam musuh yang berada dalam diri manusia. Bagian – bagian sad ripu meliputi : 1. kama : nafsu, keinginan 2. lobha : tamak, rakus 3. krodha : kemarahan 4. moha : kebingungan 5. mada : mabuk 6. matsarya : dengki, iri hati Enam musuh ini memberikan pengaruh yang berbeda – beda, bila kita tidak dapat mengendalikanya maka akan jatuh ke dalam kesengsaraan. Oleh karena itu hendaknya kendalikanlah enam musuh yang ada dalam diri masing – masing. 1. Kama Kama yang dimaksud dalam sad ripu ini adalah nafsu atau keinginan yang negative. Manusia memang harus memiliki keinginan, tanpa keinginan hidup ini akan terasa datar sekali. Tetapi keinginan yang sifatnya positif, seperti ingin jadi dokter, guru dan lainnya. Keinginan yang terkendali akan menjadi teman yang akrab bagi kita. 2. Lobha Lobha berarti tamak atau rakus yang sifatnya nega

Penjelasan Tentang Yadnya

Yadnya adalah berarti kurban suci yang dilaksanakan dengan tulus ikhlas dalam ajaran Agama Hindu . Kata ini berasal dari Bahasa Sanskerta : यज्ञ ( yajña ) yang merupakan akar kata Yaj, yang berarti memuja, mempersembahkan atau korban suci. Dalam praktik agama Hindu di Bali , terdapat lima jenis Yadnya yang disebut dengan Panca Yadnya, yaitu: Dewa Yadnya adalah yadnya yang dilakukan kehadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Rsi Yadnya adalah yadnya yang dilakukan kepada para rsi atas jasa-jasa beliau membina umat dan mengembangkan ajaran agama. Pitra Yadnya adalah yadnya yang dilakukan kepada para roh leluhur termasuk kepada orang tua yang masih hidup. Manusa Yadnya adalah yadnya yang dilakukan kepada sesama manusia. Bhuta Yadnya adalah yadnya yang dilakukan kepada para Bhuta Kala yang bertujuan untuk menetralisir kekuatan alam sehingga menjadi harmonis. Yadnya yang dilaksanakan setiap hari disebut dengan Yadnya Sesa , dalam bahasa Bali disebut dengan mesaiban . 2. Jenis-jen

Catur Yoga dan Jnana Yoga

Seperti yang kita singgung sebelumnya dalam Hindu dikenal ada empat jalan untuk menuju Yang Maha Kuasa. Empat Jalan ini disebut dengan Catur Yoga yang terdiri dari: 1. Bhakti Yoga: Menuju Yang Maha Kuasa dengan menggunakan sarana Rasa 2. Karma Yoga: Menuju Yang Maha Kuasa dengan menggunakan sarana Gerak/Kerja/Action 3. Jnana Yoga: Menuju Yang Maha Kuasa dengan menggunakan sarana Pikiran/logika 4. Raja Yiga: Menuju Yang Maha Kuasa dengan menggunakan sarana Konsentrasi dan Pengendalian Diri. Pada pertemuan sebelumnya kita telah membahas tentang Bhakti Yoga =dengan cinta kasih dan Karma Yoga = Kerja tanpa pamerih, Kini mari kita lanjutkan ke jalan yang ketiga yaitu: Jnana Yoga. Manusia adalah mahluk tertinggi ciptaan Tuhan yang mendiami maya pada ini. Manusia satu-satunya mahluk yang dikaruniai pikiran=Jnana dan kecerdasan=Buddhi. Dengan karunia ini manusia bisa memilah kemudian memilih mana yang patut dan yang tidak patut, mana yang perlu diimprove dan mana yang